Al Ghazali dan Rumi Soal Konsep Mengenali Diri dalam Tasawuf

  • Whatsapp
al-ghazali-dan-rumi-soal-konsep-mengenali-diri-dalam-tasawuf

Imam Al Ghazali dan Rumi mempunyai pemaknaan tentang mengenali diri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Untuk dapat menentukan ke mana langkah perbuatan bermuara, manusia memang dianjurkan mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Hal ini agar manusia dapat mengontrol setiap tantangan yang dihadapi dalam hidup.

Anjuran mengenali diri sendiri dalam agama sangatlah penting. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya berjudul Kimiya’ As-Sa’adah menjabarkan, mengenali diri sendiri merupakan kunci untuk mengenali Allah SWT lebih dekat. Mengenali diri sendiri merupakan salah satu jalan mendekat kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bahkan pernah bersabda: من عرف نفسه، فقد عرف ربّه “Man arafa nafsahu faqad arafa Rabbahu,”. Yang artinya: “Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya.”  

Mengenali lebih dalam terhadap diri sendiri dilakukan secara lahiriah hingga batiniah. Diperlukan bagi manusia untuk berkomunikasi kepada dirinya sendiri dalam proses pengenalan terhadap diri tersebut. Mulai dari pengenalan fisik, sifat, hingga kemampuan dan kelemahan diri.

Sufi Islam Jalaluddin Rumi menuliskan syair puisinya tentang proses pengenalan diri. Manusia memang harus berjalan mengenali dirinya sendiri. Rumi berpuisi sebagaimana dikutip dari buku Belajar Hidup dari Rumi karya Dr Haidar Bagir:

Jangan puas dengan kisah-kisah,

Tentang apa yang telah terjadi dengan orang lain.

Sibak mitos dirimu sendiri.

Kenali dirimu, alami sendiri, agar kaukenali Tuhanmu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Leave your vote

1000 points
Upvote Downvote

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *