Berapa Lama Masker Dipakai & Harus Ganti? Ini Kata Jubir Covid-19 dr Reisa

  • Whatsapp
berapa-lama-masker-dipakai-&-harus-ganti?-ini-kata-jubir-covid-19-dr-reisa

Suara.com – Sejak wabah virus Corona Covid-19 merebak di Indonesia, masyarakat jadi sering menggunakan maskter terutama saat beraktivitas di luar rumah, tapi masih banyak yang belum tahu tentang batas maksimal penggunaan masker, sehingga dr. Reisa Broto Asmoro yang baru saja ditunjuk sebagai juru bicara (jubir) Covid-19 mendampingi Achmad Yurianto merasa perlu mengingatkan lagi dan menjelaskan tentang hal tersebut. 

Seperti diketahui, fase new normal sudah diberlakukan di Indonesia, dan mewajibkan masyarakat untuk memakai masker saat keluar rumah, tapi tak banyak yang tahu soal batas maksimal penggunaan masker.

Disampaikan Jubir Covid-19 Dokter Reisa Broto Asmoro dalam konferensi pers terkait berbagai informasi dan pesan-pesan mengenai pengendalian Covid-19, serta adaptasi Kebiasaan Baru yang Produktif dan Aman dari Covid-19, disebutkan bahwa masker harus sering diganti, minimal empat jam usai pemakaian.

“Penggunaan masker disarankan maksimal hanya 4 jam, dan harus diganti dengan yang baru, atau yang bersih,” ungkap Dokter Reisa, Selasa (8/6/2020).

Selain itu, masker juga wajib diganti apabila sudah basah atau terlalu lembap. Oleh sebab itu, dr. Reisa menganjurkan agar masyarakat membawa persediaan masker apabila harus pergi keluar rumah.

“Masyarakat disarankan untuk membawa beberapa buah masker ketika harus pergi keluar rumah untuk beraktivitas,” jelasnya.

Perempuan yang bertugas mendampingi Jubir Covid-19 Achmad Yurianto sejak Senin, 8 Juni 2020 ini mengatakan penggunaan masker harus tepat dan benar. Masker harus dipastikan benar-benar menutupi hidung, mulut, hingga dagu.

“Penggunaan masker pun harus tepat, misalnya menutupi hidung sampai dengan dagu,” jelasnya.

Sebaiknya juga tidak menarik atau menurunkan masker dan tidak menyentuh bagian depan masker setelah digunakan beberapa saat. Untuk melepaskannya, cukup dengan memegang bagian tali atau pengait tanpa menyentuh bagian kain, dan kemudian dibuang atau dicuci kembali untuk jenis masker kain.

Penggunaan masker ini juga hanya dapat efektif apabila seseorang yang memakainya juga menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

“Cuci tangan sebelum menggunakan masker, hindari memegang area wajah, terutama mata, hidung, dan mulut. Jangan memegang kain bagian depan masker ketika digunakan,” katanya.

Ia juga mengimbau, dalam konteks pandemi Covid-19, semua orang walaupun menggunakan masker, tetap harus menghindari kerumunan dan tempat ramai, serta menjaga jarak fisik minimal satu meter dari orang lain.

“Terutama, dari mereka yang bergejala, atau mengalami gangguan pernapasan, seperti batuk, bersin, demam, dan lain-lain. Sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan bila tidak ada, gunakanlah hand rub berbasis alkohol,” ungkapnya.

Dalam masa adaptasi kebiasaan baru ini, budaya memakai masker di tempat umum, kantor, pasar, sarana transportasi, dan ruang publik lainnya sangat dianjurkan. Hal itu dilakukan untuk memastikan seseorang aman dari Covid-19, dan sekaligus tetap bisa produktif berkarya.

Perempuan yang pernah menjadi finalis Putri Indonesia ini menambahkan bahwa hal itu juga untuk tetap menjaga kelangsungan rumah tangga dan keluarga, dan bermasyarakat, meningkatkan kegiatan gotong royong serta solidaritas antar sesama dalam bersama melawan Covid-19.

“Lakukan hal ini dengan disiplin. Lindungi diri, lindungi orang lain. Pastikan kita, keluarga, tetangga, kerabat, dan kawan aman dari Covid-19 dan tetap produktif membangun bangsa,” tutupnya.

Leave your vote

1000 points
Upvote Downvote

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *