Penggunaan Masker Bisa Picu Hiperkapnia, Atasi dengan Cara Ini

  • Whatsapp
penggunaan-masker-bisa-picu-hiperkapnia,-atasi-dengan-cara-ini

Suara.com – Penggunaan masker selama wabah virus corona Covid-19 dianggap bisa mengurangi asupan oksigen manusia. Pasalnya, seseorang akan menghirup lebih banyak karbon dioksida sampai menyebabkan hiperkapnia.

Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang mengalami pusing, pingsan hingga seolah tercekik karena kekurangan oksigen.

Dilansir oleh Medical News Today, hiperkapnia lebih sering disebabkan oleh hipoventilasi atau gangguan pernapasan akibat tidak cukup oksigen yang masuk ke dalam paru-paru.

Hiperkapnia ini bisa memengaruhi semua orang, terutama orang yang memiliki penyakit paru obstruktif kronis atau COPD, asma dan merokok berat.

Adapun obat yang bisa membantu pernapasan orang dengan hiperkapnia, antara lain:

Ilustrasi masker. (Shutterstock)
Ilustrasi masker. (Shutterstock)
  1. Antibiotik untuk mengobati pneumonia atau infeksi pernapasan lainnya
  2. Bronkodilator untuk membuka saluran udara
  3. Kortikosteroid untuk mengurangi peradangan di saluran napas

Anda yang mengalami hiperkapnia juga bisa menjalani terapi oksigen secara teratur untuk mengirimkan oksigen ke paru-paru. Terapi oksigen ini bisa membantu menyeimbangkan kadar karbondioksida dalam darah.

Selain itu, Anda juga perlu mengubah gaya hidup untuk mengurangi gejala dan menghindari komplikasi akibat hiperkapnia. Dokter biasanya menyarankan perubahan diet dan aktivitas fisik.

Dokter juga akan mendorong orang dengan hiperkapnia untuk berhenti merokok dan paparan bahan kimia, debu serta asap.

Jika paru-paru atau saluran pernapasan rusak, Anda membutuhkan tindakan operasi. Ada dua pilihan. Pertama, operasi pengurangan volume paru-paru berfungsi untuk menghilangkan jaringan yang rusak. Ada pula operasi transplantasi paru-paru untuk menggantikan organ yang rusak dengan paru-paru sehat.

Leave your vote

1000 points
Upvote Downvote

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *